"Lembaga Penelitian Ruang Angkasa India menyediakan 120 miliar rupee (Β£ 1,6 milyar) untuk menempatkan dua astronot di ruang angkasa selama seminggu," kata juru bicara S Satish seperti dikutip dari telegraph.co.uk , Jumat (29/1/2010).
Sementara, pemerintah India sendiri telah memberikan pra-proyek dana sekitar empat miliar rupee (Β£ 53 juta) yang memungkinkan lembaga untuk melakukan penelitian awal pada ruang penerbangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chandrayaan-1 menempatkan India dalam sebuah klub elit negara-negara dengan misi bulan. Satelit serupa telah diluncurkan oleh Amerika Serikat, Rusia, European Space Agency, Jepang dan Cina.
Ekonomi India telah mengalami kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir. India telah berupaya untuk mengkonversi temuan kekayaan baru-dibangun dengan teknologi tinggi - ke dalam politik dan kekuasaan militer agar bisa mengklaim sebagai pemimpin dunia.
Tetangga sekaligus saingannya, Cina, telah melesat duluan soal penerbangan luar angkasa pada tahun 2003. Cina menjadi negara Asia pertama yang menempatkan astronot ke luar angkasa.
"India memulai program luar angkasa pada tahun 1960 dan sejak tahun 1975 telah meluncurkan lebih dari 50 remote sensing dan komunikasi satelit sendiri dan 22 untuk negara-negara lain," imbuh Satish.
(ape/nvc)










































