Bila Peranan PBB di Irak Jalan, Indonesia akan Kirim Pasukan
Jumat, 23 Apr 2004 22:22 WIB
Jakarta - Apabila Persatuan Bangsa Bangsa (PBB) sudah memberikan peranan politik yang besar di Irak, Indonesia berencana mengirimkan pasukan penjaga perdamaian (Peace Keeping Force) ke Irak. Bila tidak, Indonesia tidak akan pernah mengirimkan pasukannya.Hal tersebut dikatakan oleh juru bicara Departemen Luar Negeri (Deplu) Yuri Thamrin kepada wartawan dalam Press Brieffing di Deplu, Jl. Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (23/4/2004), sehubungan dengan hasil pertemuan Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Malaysia."Apabila PBB sudah memainkan peranan politik yang lebih besar di Irak, Indonesia akan mempertimbangkan secara serius untuk memberikan kontribusi di Irak," kata Yuri yang juga ikut mendampingi Menlu Hasan Wirayuda dalam pertemuan OKI tersebut.Selama ini Indonesia tidak pernah mengirimkan pasukan penjaga perdamaian kecuali di bawah payung PBB. Namun demikian, sepanjang peranan PBB masih seperti saat ini, maka Indonesia tidak akan pernah mengirimkan pasukannya ke Irak.Negara-negara OKI, lanjut Yuri, sepakat untuk membentuk delegasi OKI dalam menyampaikan apa yang sudah dicapai di Malaysia, baik kepada anggota kwartet yang terdiri atas Rusia, Amerika, Sekjen PBB dan Uni Eropa, maupun kepada anggota dewan keamanan PBB serta pihak-pihak lain yang dianggap perlu. Pertemuan OKI tersebut juga menghasilkan dua buah deklarasi yaitu declaration of Palestine dan declaration of Iraqi."Selain itu ada rencana untuk mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Palestina dan juga usulan konkrit untuk membentuk semacam Internasional Monitoring Mechanism mengenai pelaksanaan peta perdamaian di Timur Tengah," jelas Yuri.
(zal/)











































