"Jangan ada kekerasan lagi di dalam penjara," kata Patrialis seusai mengunjungi pameran karya narapidana se-Indonesia di Gedung Pamer Karya Narapidana di depan Lapas Wirogunan, Jalan Taman Siswa, Yogyakarta, Kamis (28/1/2010).
Patrialis juga meminta hak-hak dasar napi, seperti kesehatan dan pendidikan, tetap diberikan. Oleh karena itu selama menjalani hukuman para narapidana jangan sampai dibuat susah, misalnya makan dan tidur seadanya.
"Penjara harus tetap menghormati Hak Asasi Manusia (HAM). Kalau perlu penjara dibuat seindah mungkin untuk semua, bukan napi tertentu," ungkap dia.
Menurut dia, para penjaga dan warga binaan harus bisa saling menjaga kedekatan. Jangan ada tindakan semena-mena di dalam penjara seperti kekerasan dan pungutan liar.
Dia juga akan mengupayakan agar para narapidana memiliki pendapatan tetap. Untuk itu pihaknya berupaya akan mengumpulkan para pengusaha seperti pengusaha garmen agar bersedia membuka lapangan usaha di dalam lembaga pemasyarakatan. "Dengan demikian para narapidana bisa mendapatkan penghasilan," katanya.
Di gedung Pamer Karya Narapidana yang terletak di depan Lapas Wirogunan itu selama satu minggu dipamerkan segala karya fotografi, komik, musik dan film karya narapidana. Karya-karya itu dibuat para napi selama berada di dalam lembaga pemasyarakatan maupun rumah tahanan.
(bgs/djo)











































