Wow, KPUD Riau Temukan 10.000 Suara Fiktif
Jumat, 23 Apr 2004 17:03 WIB
Pekanbaru - Dalam penghitungan suara secara manual yang dilakukan di Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Riau ditemukan adanya suara fiktif. Hal itu diketahui setelah penghitungan suara secara manual selesai ternyata antara suara yang sah dengan yang tercantum dalam rekapitulasi terjadi perbedaan yang cukup signifikan.Demikian keterangan anggota KPUD Riau, Alwis kepada detikcom, Jumat (23/4/2004) di ruang kerjanya Jl Gajahmada, Pekanbaru. Menurutnya, penghitungan suara manual itu baru menyelesaikan daerah pemilihan Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar. Dari hasil penghitungan itu, diketahui suara yang diduga fiktif sebanyak 10 ribu suara.Jumlah suara yang masih bermasalah itu terjadi pada penghitungan suara untuk anggota DPD. Sedangkan untuk suara DPRD Riau tidak menjadi persoalan. "Karena itu hitungan suara untuk DPD kita belum kita bisa untuk mengesahkannya," kata Alwis.Alwis menjelaskan, setelah dilakukan penghitungan secara manual itu, di Kabupaten Kampar diketahui untuk suara DPD terjadi selisih yang sebanyak 7.000 suara, sedangkan untuk Pekanbaru terjadi selisih suara sebanayk 3.000. Diperkirakan munculnya selisih suara ini karena terjadi kesalahan di setiap PPK. Selain itu, bisa juga terjadi unsur kesengajaan untuk memanipulasi jumlah suara tersebut."Kesalahan yang terjadi saat ini bisa saja kerena petugas PPS yang salah hitung. Namun, tidak tertutup kemungkinan adanya manipulasi data. Karena itu pengesahan untuk suara DPD ini kita tunda sementara. Kita juga meminta kepada KPUD Kampar dan Pekanbaru untuk melakukan penghitungan ulang," urai Alwis.Sementara itu, kendati batas waktu penghitungan suara diberikan hingga 25 April 2004, namun hingga kini sejumlah kabupaten dan kota di Riau daratan dan Riau Kepulauan yang belum menyerahkan rekapitulasi penghitungan suara.Menurut Alwis, hingga saat ini ada tujuh kabupaten dan kota yang belum menyerahkan rekapitulasi tersebut. Untuk wilayah Riau daratan antara lain, Kabupaten Bengkalis, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Kota Dumai.Sedangkan untuk wilayah Riau Kepulaun, diketahui Batam dan Kabupaten Kepulauan Riau dan Karimun. "Selama proses penghitungan manual ini masih berlangsung, kita berharap agar daerah yang belum nenyerahkan segera menyusul,"harapnya.
(nrl/)











































