Pengamatan detikcom, Kamis (28/1/2010), 3 orang pendemo memakai egrang setinggi 3 meter. Mereka mengenakan baju warna merah dan biru. Wajah mereka dicat sesuai dengan warna baju yang dikenakannya.
Di tangan kanannya, pendemo menenteng kepala boneka bergambar wajah Wapres Boediono dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Sedang tangan kiri pendemo diikat rantai yang disambungkan ke peti mati.
Sisi kanan peti mati itu diberi tulisan "Alm Boediono" dan "Alm Sri Mulyani." Tepat di atas peti bertuliskan "Alm Sri Mulyani" diletakkan 6 tikus putih dalam sangkar.
Peti mati itu diarak pendemo yang longmarch mulai dari Jalan Medan Merdeka Barat ke perempatan Harmoni hingga berhenti di Jalan Juanda.
Akibatnya, armada bus TransJ jurusan PGC-Harmoni tidak bisa melintas di jalurnya. Bus mengalah sehingga memilih melewati jalur reguler. Aksi ini juga melahirkan kemacetan panjang di Jalan Juanda.
(aan/nrl)











































