Sesepuh PDIP Deklarasikan Tim Penyelamat Ideologi
Jumat, 23 Apr 2004 17:02 WIB
Jakarta - Tujuh orang sesepuh PDIP mendeklarasikan terbentuknya Tim Penyelamat Ideologi (TPI) PDIP menyusul anjloknya suara PDIP dalam pemilu legislatif."Setelah PDIP menang pada pemilu 1999 dan menjadi besar banyak orang luar yang masuk dan duduk di kepengurusan partai. Selain itu pelaksanaan ideologi partai juga belum maksimal dilakkan oleh kader-kader," kata salah seorang penggagas TPI," Abdul Madjid di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jum'at (23/5/2004). Ketujuhnya yakni Abdul Madjid, Amin Aryoso, Bambang Pranoto, Syahrul Azmir Matondang, Marsudi Fandi negara, Rutji Gunung Mulyono dan Sadjarwo Soekardiman.Menurut Madjid, ajaran Bung karno masih relevan saat ini. Buktinya Trisakti Bung karno sudah dilakukan Mahathir Muhammad di Malaysia. Sayangnya di Indonesia ide itu belum menjadi perhatian. "Kami melakukan ini karena ideologi partai makin lama makin tidak jelas dan kami akan melakukan evaluasi kekalahan partai dalam pemilu ini," ujar dia."Kita juga akan menyusun strategi gerakan jangka pendek, menengah dan panjang terutama dalam memenangkan Megawati Soekarnoputri sebagai capres. Kami optimis setelah gerakan ini diluncurkan akan banyak kader-kader yang akan bergabung," imbuhnya.Sementara itu, Bambang Pranoto menambahkan TPI lahir secara spontan untuk memberikan masukan kepada partai baik diminta maupun tidak dan berada di luar struktur PDIP.
(aan/)











































