Sekolah Internasional Anggota IB School Tidak Gelar UAN
Jumat, 23 Apr 2004 16:23 WIB
Jakarta -
Asyiknya bisa bersekolah di sekolah berstandar internasional! Pasalnya, hantu Ujian Akhir Nasional (UAN) tidak mampir ke sekolah semacam itu.Misalnya saja Sekolah Pelita Harapan (SPH). Sekolah ini adalah anggota International Baccalaureate Organization (IBO) yang berpusat di Jenewa, Swiss. Nah, siswa kelas 2 dan 3 SMU SPH mengikuti program IB Diploma."Karena ikut program IB Diploma, maka tidak perlu UAN," kata Lenna Suryani dari Departemen PR & Promotion SPH pada detikcom, Jumat (21/4/2004)."SPH telah mengantongi izin dari Depdiknas untuk IB Diploma sebagai project pilot," sambung Lenna. Dijelaskan, karena IB Diploma diakui secara internasional, maka siswa SPH diseleksi berdasarkan nilai-nilai mereka selama ini."Inilah kelebihan program IB Diploma sehingga murid-murid kami telah dinyatakan diterima oleh universitas-universitas yang bergengsi sebelum mereka lulus," urai Lenna.Dalam iklannya di harian Kompas hari ini, SPH memajang belasan siswanya yang telah diterima oleh universitas di luar negeri. Misalnya saja siswanya yang bernama Sahil Kush Mahtani. Meski masih berstatus siswa SMA, dia telah diterima di Princeton University, Harvard College, dan The Tisch School of the Arts, New York. Di iklan itu juga terpasang foto artis Agnes Monika yang telah dinyatakan diterima di Universitas Pelita Harapan jurusan Business Law.IBO sendiri bertujuan mengembangkan orang-orang muda yang berpengetahuan dan perduli yang membantu menciptakan dunia yang lebih baik dan damai lewat respek interkultural. Sekolah yang menjadi anggota IBO mendapatkan petunjuk kurikulum dan pelatihan guru. Sementara, IB Diploma diterima di 1.079 universitas di 102 negara, termasuk di Amerika Utara, Eropa Barat dan Australia. Sedangkan sekolah di dalam negeri tentu saja hanya segelintir yang menerima IB Diploma itu. Jadi, jika siswa pemegang IB Diploma ingin melanjutkan sekolah ke sekolah di Indonesia yang tidak menerima IB Diploma, tentu saja ijazah dari UAN tetap menjadi syarat.
(nrl/)










































