"Kalau mau monitoring terumbu karang cukup dengan kapal seharga Rp 20 juta hingga Rp 40 juta, mengingat karang berada pada wilayah relatif dangkal," kata Koordinator Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) Riza Damanik melalui pesan singkatnya di Jakarta, Kamis (28/1/2010).
Oleh karena itu, Riza mengatakan, tidak membutuhkan kapal mewah dengan bobot besar seperti itu bila hanya mengawasi terumbu karang. "Ini penting untuk dicermati," tandasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini, nelayan bersama elemen masyarakat Indonesia menyerukan ubah sistem, tegakkan keadilan perikanan," pungkasnya.
(zal/ndr)











































