"Gue jadi korban demo, bus 102 (Tanah Abang-Slipi) jarang karena disewa mahasiswa demo," ujar Elang kepada detikcom, Kamis (28/1/2010).
Elang pun terpaksa mencari ojek untuk mengantarkannya ke kantor. Namun para tukang ojek memanfaatkan momen langkanya angkot itu dengan mematok harga mahal. "Ojek pada jual mahal," imbuh dia.
Banyak angkutan umum memang disewa pendemo. Misalnya saja, sebanyak 40 Metro Mini digunakan ratusan pengunjuk rasa untuk beraksi dari Tugu Proklamasi ke Depkeu Jl Dr Wahidin. Sebanyak 15 Metro Mini juga membawa buruh KBN ke Senayan.
Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta TR Panjaitan menuturkan, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan disewanya angkutan umum untuk demo. Penyewaan angkutan merupakan hak pengusaha. "Mereka lapornya kalau sudah selesai demonya," kata Panjaitan.
Menurut Panjaitan, angkutan langka karena para pengusaha membatasi mengeluarkan kendaraannya. Sebab mereka khawatir faktor kemacetan dan kerusakan membayangi kendaraan mereka.
"Apa untungnya kalau macet total dan akhirnya kendaraaan dirusak?" tutur Panjaitan.
(nik/iy)











































