Sutiyoso Sesalkan Kasus SLTPN 56 Dibawa ke Politik
Jumat, 23 Apr 2004 14:41 WIB
Jakarta -
Kasus SLTPN 56 Melawai dinilai telah beralih dari masalah pendidikan menjadi masalah politik. Tindakan FPDIP DPR yang dimotori Permadi membuka paksa pintu gerbang sekolah juga disesalkan."Ini bukan soal pendidikan lagi yang diurus tetapi sudah politik," ungkap Gubernur DKI Jakata Sutiyoso usai salat Jum'at di gedung Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jum'at (23/5/2004).Sutiyoso heran atas penolakan murid SLTPN 56 Melawai untuk pindah ke SMPN 12. "Sudah jelas ini politis. Tawaran saya untuk pindah ke SMPN 12 ditolak sungguh tidak masuk akal. Apalagi opsi kedua kita yang urus mereka, mau sekolah dimana yang dekat dengan rumah mereka ditolak juga. Itu tidak masuk akal," kata dia.Lebih lanjut, Sutiyoso menyesalkan persoalan yang berlarut ini mengeksploitasi murud SLTPN 56 Melawai."Jangan masalah politik mengorbankan anak-anak kita. Saya imbau orang tua murid ini kan sudah dapat dibaca dengan mudah. Ada kepentingan politik didalamnya," tandas Sutiyoso.Dalam kesempatan itu, Sutiyoso mengungkapkan rasa kecewa atas tindakan Permadi yang membuka paksa gerbang SLTPN 56. "Saya sesalkan tindakan Pak Permadi. Itu kan ilegal. Kalau dia sebagai penengah harusnya dia mendengarkan kita dulu," kata Sutiyoso.
(aan/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































