Pilihan Calon Wapres untuk Wiranto Makin Sempit
Jumat, 23 Apr 2004 13:48 WIB
Jakarta - Pilihan calon wakil presiden untuk sang calon presiden dari Partai Golkar Wiranto tampaknya makin menyempit. Wiranto masih mungkin menggandeng tokoh NU atau PKB, meski peluangnya juga kecil. Meski begitu, berbagai pendekatan terus dilakukan oleh Wiranto dan juga DPP Partai Golkar. Selama ini, pendekatan-pendekatan terus digeber ke sejumlah partai politik, antara lain PKB, PPP, dan PKS. Namun, tampaknya lobi mereka belum berhasil. DPP Partai Golkar juga telah melakukan berbagai rapat internal untuk mengkalkulasi kekuatan-kekuatan koalisi yang telah direncanakan. Dan rencananya, Jumat (23/4/2004) malam nanti, DPP Golkar akan mematangkan hal ini bersama Wiranto di kantor DPP, Jl. Anggrek Neli Murni, Slipi, Jakarta Barat. Dari berbagai pendekatan terhadap tiga parpol selama ini, dua di antaranya telah jelas-jelas menyatakan penolakan koalisi dengan Partai Golkar. Yaitu PPP dan PKS. Menurut Bendahara DPP PPP Habil Marati, PPP telah menutup peluang koalisi dengan Golkar dan Partai Demokrat (PD). PPP hanya menyiapkan ketua umumnya, Hamzah Haz sebagai calon wapres untuk Megawati. Jika PDIP tidak memilih Hamzah, maka PPP akan mencalonkan presiden sendiri. Sementara PKS, di dalam berbagai kesempatan, ketua umumnya Hidayat Nurwahid berkali-kali menyatakan tidak berminat berkoalisi dengan Golkar. PKS sendiri tampaknya lebih mendukung langkah Amien Rais, calon presiden dari PAN. Adanya penolakan dari PKS ini juga sudah diakui oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tandjung. Satu-satunya peluang yang masih terbuka, kemungkinan dengan kalangan NU atau PKB. Namun, pihalk Golkar juga akan menemui kendala, karena PKB tetap masih mencalonkan Gus Dur sebagai presiden. Sebenarnya, kata Akbar, peluang Golkar untuk berkoalisi dengan PKB masih terbuka, asalkan Gus Dur membatalkan maju sebagai calon presiden. Namun, diperkirakan banyak kalangan, meski nanti Gus Dur mundur, maka PKB bisa saja berkoalisi dengan Golkar meski dengan melakukan penawaran yang sangat tinggi. Maukah Golkar? Jika memang calon wapres yang diajukan PKB memuaskan, tentu bisa jadi Golkar menerimanya. Namun, bila tidak, tampaknya satu-satunya jalan bagi Golkar adalah mencalonkan kadernya sendiri sebagai calon wapres. Jika mengambil kader sendiri, siapa yang berpeluang menjadi cawapres untuk Wiranto? Sumber detikcom di Partai Golkar menyebut dua nama, Aburizal Bakrie dan Sri Sultan Hamengku Buwono X. Nama Aburizal yang sering disapa Ical ini sudah beredar di arena konvensi seusai kekalahannya beberapa waktu lalu. Ical dianggap cocok mendampingi Wiranto yang jenderal purnawirawan itu, karena Ical berlatar belakang pengusaha. Gabungan militer-pengusaha dirasa cukup kuat untuk bersaing dengan paket lainnya. Sedangkan Sri Sultan yang masih keturunan ningrat ini disebut-sebut karena lebih untuk merekrut orang-orang Jawa. Nama Sultan juga telah dikenal di masyarakat di Jawa. Saat ini juga, Sultan juga tengah dilirik PDIP untuk disandingkan dengan Megawati. Namun, apakah duet Wiranto-Ical atau Wiranto-Sultan akan efektif menghadang duet capres dari parpol lain, tampaknya masih diragukan. Malam nanti, rencana-rencana pasangan Wiranto ini akan dibahas DPP.
(asy/)











































