Akbar: Koalisi Golkar-PKB Terganjal Gus Dur
Jumat, 23 Apr 2004 11:52 WIB
Jakarta - Partai Golkar tetap membuka peluang berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) asalkan Ketua Umum Dewan Syuro Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) KH Abdurrahman Wahid mengundurkan diri sebagai capres.Demikian disampaikan Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jum'at (23/5/2004)."Saat ini Golkar tidak memiliki banyak peluang koalisi dengan parpol lain. Peluang koalisi hanya dengan PKB,PPP dan PKS. Tetapi koalisi dengan PKS agak sulit karena PKS menyatakan tidak akan bekerjasama dengan Golkar. Jadi peluang yang tersisa hanya dengan PKB dan PPP. Koalisi PKB juga masih terganjal dengan pencalonan Gus Dur sebagai presiden," ungkap Akbar."Kalau Gus Dur tidak melanjutkan pencalonannya, koalisi Golkar dengan PKB akan terbuka. Bila Gus Dur tidak melanjutkan pencalonannya, maka orang yang direkomendasikan Gus Durlah yang akan menjadi pasangan cawapres. Tokoh yang akan kami harapkan adalah tokoh dari ormas yang memiliki basis besar," kata dia.Akbar mengatakan, rapat harian DPP Partai Golkar semalam telah membahas kemungkinan koaliai Partai Golkar dengan partai lain. "Rapat nanti malam untuk menemukan arah yang jelas untuk koalisi. Kami akan mengundang Pak Wiranto dan akan didengarkan apa dan bagaimana masukan untuk koalisi ini," ujar Akbar.Menurut Akbar, koalisi dengan PKB dan PPP sama besar. "PPP juga belum menentukan capresnya sedangkan PKB memang telah mencalonkan Gus Dur. Namun kita melihat ke depan apakah Gus Dur akan melanjutkan atau tidak pencalonannya," demikian Akbar Tandjung.
(aan/)











































