Demikian hasil survei evaluasi publik Lembaga Survei Indonesia (LSI) terhadap 100 hari pertama pemerintahan yang dilakukan pada 2.900 responden dari seluruh Indonesia pada 7-20 Januari 2010.
Di antara 5 lembaga, KPK, Pemerintahan, Polisi, Kejaksaan dan Pengadilan, KPK paling baik kinerjanya dalam memburu koruptor.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam penegakan hukum terutama dalam penanganan korupsi, KPK dianggap paling baik kinerjanya dibanding Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan," ujar Direktur Eksekutif LSI Dodi Ambardi saat jumpa pers di Jl Terusan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2010).
Jumlah responden yang memandang baik dan sangat baik kinerja Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan cenderung menyusut seiring meningkatnya pendidikan responden. Namun hal sebaliknya terjadi pada KPK.
"Kecenderungan yang berbeda ini tampak berhubungan dengan kepercayaan publik yang tinggi terhadap KPK, dan kepercayaan rendah terhadap Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan," papar Dodi.
KPK juga menempati posisi ketiga dengan 65 persen pilihan responden untuk kinerja lembaga negara yang baik atau sangat baik. Posisi itu dikalahkan oleh kerja Presiden dengan 80 persen pilihan responden dan TNI/tentara dengan posisi pertama dengan 82 persen pilihan responden.
Kendati KPK masih mencuri hati rakyat, namun kinerja pemerintah dalam menangani masalah korupsi melorot tajam dari 84 persen pada Juli 2009 menjadi 59 persen pada Januari 2010.
Sementara 3 lembaga terendah yang baik kinerjanya adalah partai politik (48 persen), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (49 persen) dan Kejaksaan Agung (50 persen).
Metode survei ini adalah wawancara tatap muka dengan margin errorย sebesar 2 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel diambil secara multistage random sampling.
(nwk/mad)











































