Mahinda memperoleh 57,9 persen suara rakyat dalam pemilihan presiden hari Selasa (26/1/2010) lalu. Pemilihan ini adalah kali pertama diadakan sejak kemenangan militer atas pemberontak Macan Tamil pada Mei 2009 lalu, setelah beberapa dekade terjadi perang saudara.
"Ini adalah kemenangan bagi rakyat dan saya berterima kasih kepada mereka yang memberikan suara bagi saya dan orang-orang yang tidak. Aku akan bekerja untuk mereka semua," ujar Marinda lewat AFP, Kamis (28/1/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahinda Rajapakse dan Sarath Fonseka sendiri sebelumnya adalah tokoh-tokoh yang dielu-elukan oleh warganya karena telah berhasil mengakhiri pemberontakan Macam Tamil. Setelah bersekutu di medan perang, keduanya malah menjadi lawan pada pemilihan presiden Sri Lanka.
Fonseka memutuskan untuk menantang Mahinda dalam perebutan kursi nomer satu di Sri Lanka. Menurut Fonseka, pemerintah sedang merencanakan untuk membunuhnya dengan menghapus penjaga keamanan pribadinya dan menuduhnya sebagai dalang dari serangkaian pembunuhan.
"Mereka berperilaku seperti pembunuh. Kita tidak akan pernah menerima hasil ini. Kami akan permohonan (pengadilan) terhadap hal itu," pungkasnya.
(fiq/mad)











































