"Jika gaji mereka naik, tapi kinerja mereka terukur, akuntabel, pasti warga tidak keberatan. Selama ini kinerja kurang baik," tutur pengamat birokrasi dan kebijakan publik Syafuan Rozi ketika berbincang dengan detikcom, Rabu (27/1/2010).
Menurut Syafuan, kenaikan harusnya punya korelasi dengan pelayanan dan pembangunan infrastruktur. Warga lebih cenderung melihat hasil nyata dari pejabat dan PNS sebagai abdi negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Syafuan menjelaskan kenaikan ini sebagai bukti jika tidak adanya ukuran yang jelas capaian pemerintah. Kenaikan ditetapkan tanpa melihat tercapainya pelayanan dan fasilitas umum untuk kepentingan warga.
(gun/iy)










































