Tak Khawatir Demo 28 Januari, Boediono Tetap Mengantor

Tak Khawatir Demo 28 Januari, Boediono Tetap Mengantor

- detikNews
Rabu, 27 Jan 2010 17:15 WIB
Tak Khawatir Demo 28 Januari, Boediono Tetap Mengantor
Jakarta - Wapres Boediono tidak merasa khawatir akan adanya aksi demo besar-besaran pada 28 Januari besok. Boediono tetap akan berkantor di Istana Wapres dan menggelar rapat dengan para menteri.

"Tidak (khawatir), karena beliau percaya bahwa rakyat Indonesia masih menghargai pimpinan dan masih menaruh hormat kepada pimpinan. Jadi sepanjang ada yang tidak puas itu adalah bagian dari demokrasi, ya silakan saja," juru bicara Istana Wapres Yopie Hidayat kepada wartawan di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2010).

Dikatakan Yopie, besok saat aksi digelar Wapres Boediono kemungkinan akan berada di Istana Wapres untuk melakukan rapat koordinasi terkait penanggulangan bencana gempa Tasikmalaya. Rencananya rapat akan digelar pada pukul 13.00 WIB. Yang akan ikut dalam rapat antara lain, Menko Kesra, para Eselon I, dan pejabat terkait.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Besok tetap akan ada rapat koordinasi mengenai penanggulangan bencana Tasikmalaya, yang seharusnya akan ditinjau (hari ini)," tuturnya.

Menurut Yopie, Wapres Boediono urung melakukan kunjungan ke Tasikmalaya hari ini dikarenakan adanya masalah teknis. Setelah dicek kondisi lapangan oleh tim khusus, lanjut dia, akhirnya diputuskan untuk melakukan rapat terlebih dahulu di Jakarta, sebelum meninjau lokasi.

"Setelah dipertimbangkan dengan beberapa pejabat di Jakarta dan Menteri yang mengurusi masalah ini, akhirnya diputuskan untuk merapatkan masalah ini di Jakarta dulu, akan lebih efisien," jelas Yopie.

Dikatakan Yopie, Wapres Boediono berpendapat bahwa demo besok adalah bagian dari dinamika politik saat ini. Wapres, kata Yopie, tidak mempersoalkan adanya demo besar-besaran besok sepanjang aksi berjalan obyektif dan tidak merusak.

"Sepanjang itu tidak anarkis, tidak merusak, itu adalah hak, dan mungkin juga justru kewajiban warga negara untuk saling mengontrol pemerintah dan saling mengingatkan. Sepanjang demo berjalan obyektif ya tidak menjadi persoalan," pungkasnya.

(nvc/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini