Menentukan Cawapres Memang Sulit, Posisi PKB Sangat Penting

Menentukan Cawapres Memang Sulit, Posisi PKB Sangat Penting

- detikNews
Jumat, 23 Apr 2004 08:50 WIB
Jakarta - Duh, sulitnya mencari calon wakil presiden. Hingga kini baru Susilo Bambang Yudhoyono yang calon wakil presiden-nya hampir sudah pasti, yakni Yusuf Kalla. Sementara Megawati, Amien Rais, dan Wiranto masih menimang-nimang calon pendampingnya. Menurut pengamat politik Indria Samego, dalam perbincangannya dengan detikcom, Jumat (23/4/2004), menentukan dengan siapa akan berkoalisi memang bukan hal mudah bagi seorang calon presiden. Sebab ini akan menentukan nasib politik mereka. Faktor cawapres akan menentukan peluang dari seorang capres."Memang sulit. Ini kan menentukan nasib politik mereka. Harus dipertimbangkan sungguh-sungguh dari berbagai macam aspek. Mungkin SBY sudah menentukan visi dan misi yang sama dengan Yusuf Kalla. Ini tidak bisa dijadikan ukuran (bagi capres lain)," ujar Samego.Samego lalu mencontohkan, Wiranto belum menentukan cawapresnya mungkin karena belum mendapatkan yang sesuai kriteria. Dan kalau pun ada yang sesuai kriteia belum tentu yang bersangkutan menerima. "Itulah tidak mudahnya. Karena kriteria yang diinginkan, belum tentu diterima yang lain."Seorang capres, ujar Samego, membutuhkan cawapres yang handal. Cawapres yang memiliki basis massa yang kuat sehingga bisa memberi nilai tambah bagi pencalonannya. Dalam konteks ini Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menempati posisi yang penting. Sebab PKB menempati peringkat ketiga dalam pemilu legislatif, dan belum punya capres tetap."Posisi PKB penting karena PKB belum punya calon tetap. Gus Dur bisa terganjal persyaratan calon presiden, sehingga tokoh PKB bisa digandeng sebagai cawapres. Dan NU itu dalam sejarahnya bisa kerja sama dengan siapa saja," papar Samego.Ketika ditanya tentang partai yang paling punya kans menggandeng PKB, Samego menyatakan hal itu masih sulit ditentukan. Sebab PKB sangat tergantung pada Gus Dur, dan Gus Dur gampang berubah-ubah sehingga sulit ditebakKetika ditanya soal pernyataan Gus Dur yang menyatakan tidak mungkin berkoalisi dengan Megawati dan Amien Rais, Samego mengiyakannya. "Memang, buat GD masih sakit hati. Tapi kita kita kenal Gus Dur, paling mudah berubah. Kita lihat saja, bisa tidak dengan Wiranto," demikian Indra Samego. (gtp/)


Berita Terkait