Pengamat Militer: SBY Simpatik, Wiranto Lebih Lihai Berpolitik

Pengamat Militer: SBY Simpatik, Wiranto Lebih Lihai Berpolitik

- detikNews
Jumat, 23 Apr 2004 07:21 WIB
Jakarta - Dua jenderal purnawirawan, Susilo Bambang Yudhoyono dan Wiranto, akan head to head memperebutkan kursi RI 1. Siapa lebih berpeluang? Kalau menuru pengamat militer Center Strategic for International Studies (CSIS) Edy Prasetyono, kans Wiranto lebih besar dibanding SBY.Alasannya? "SBY kurang mengakar di kalangan militer. Pengalaman SBY di lapangan tidak seintensif Wiranto. Dan kesetiaan pribadi-pribadi dari militer di luar struktur lebih banyak yang ke Wiranto," kata Edy kepada detikcom di Jakarta, Jumat (23/4/2004).Faktor lain, Wiranto dinilai lebih lihai dalam berpolitik dibanding SBY. Tapi, menurut dosen ilmu hubungan internasional pasca sarjana Universitas Indonesia ini, dunia internasional lebih senang kepada SBY. Karena SBY selama ini menimbulkan citra yang bagus dan track reccord-nya relatif bersih. "Jadi, kalau soal simpati, mungkin masih menang SBY. Tapi kelihaian politik, Wiranto lebih jago. Itu bisa dilihat, siapa yang bisa menduga bisa unggul dari Akbar Tandjung dalam konvensi (calon presiden Partai Golkar) lalu."Tapi, Edy juga menilai kemenangan Wiranto dalam konvensi bisa jadi merupakan indikasi perpecahan dalam tubuh Golkar. "Ternyata voting block yang dilakukan DPP ternyatan tidak diikuti oleh DPD. Dan itu menunjukkan orang daerah tidak mengakui legitimasi DPP." Karena itu kans Wiranto, menurut Edy, juga tergantung kesolidan Golkar dalam mendukungnya. Sebab nanti mesin politik lah yang akan menentukan siapa yang akan menjadi presiden. "Kekuatan politik harus jeli untuk mencari apa yang akan dijual dalam kampanye nanti. Karena yang diajukan adalah orang, bukan partai."Mega Kuat LagiKemunculan Wiranto, menurut Edy, juga mengubah peta politik persaingan capres. "Dulu ketika SBY naik, dia menjadi pesaing berat Mega. Tapi ketika Wiranto naik, konstelasi itu berubah. Dan kini Mega kuat lagi. Karena yang dulu anti Mega kini berhitung lagi. Dan bisa jadi kelompok aktivis akan lebih banyak mendukung Mega. Namun, posisi Amien Rais sendiri dinilai Edy tetap terjepit. "Karena Wiranto lebih susah diserang oleh Amien Rais. Karena masyarakat juga banyak yang belum percaya soal isu HAM."Edy juga menyatakan saat ini sudah saatnya track reccord setiap capres dipublikasikan kepada umum. "Agar rakyat tahu siapa yang akan dipilih. Dan ini akan bagian dari pendidikan politik bagi rakyat. Dan pers lah yang harus mengungkap profil kandidat-kandidat itu secara detil" (gtp/)


Berita Terkait