Jelang 28 Januari, 4 Ormas Gelar Demo Pemanasan di Istana Wapres

Jelang 28 Januari, 4 Ormas Gelar Demo Pemanasan di Istana Wapres

- detikNews
Rabu, 27 Jan 2010 15:09 WIB
Jelang 28 Januari, 4 Ormas Gelar Demo Pemanasan di Istana Wapres
Jakarta - Istana Presiden, Kamis (28/1/2010) besok, rencananya akan didemo besar-besaran. Sebelum demo besar itu, sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) menggelar demo pemanasan. Massa menyatakan tidak puas terhadap pemerintah SBY-Boediono.

Demo pemanasan diikuti sekitar 200 orang di depan Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (27/1/2010). Massa tergabung dalam 4 organisasi, yakni Aliansi Mahasiswa Nusantara, Jaringan Pemuda Penggerak (Jumper), Forum Urindo, dan Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi. Keempatnya datang bersamaan sekitar pukul 14.15 WIB.

Mereka membawa 2 mobil bak terbuka dengan speaker besar di masing-masing mobil untuk berorasi. Mereka menutut agar Boediono turun dan dihukum. Kemudian juga menuntut agar uang rakyat sebesar Rp 6,7 triliun dikembalikan. Lalu pemerintah diminta untuk memberantas praktek korupsi di Indonesia, serta menuntut dilakukannya Pilpres ulang karena Pilpres Juli 2009 lalu dianggap terindikasi korupsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para pendemo membawa bermacam atribut seperti spanduk, poster, dan bendera organisasi masing-masing. Pada salah satu spanduk tampak bertuliskan "Turunkan pangkat dan adili Boediono dan Sri Mulyani, perampok Bank Century penyebab kesengsaraan rakyat".

Dari aksi massa tersebut, terdapat aksi teatrikal yang cukup unik. Sekitar 20 orang mencat tubuh mereka menjadi berwarna-warni. Di setiap tubuh ditulis satu huruf yang bila digabung secara berjajar akan membentuk kalimat 'SBY*Budiono Gagal 100%'. Tulisan huruf tersebut dicat dengan warna putih, sementara tubuh orang yang ditulisi huruf dicat dengan berbagai warna, seperti biru, hijau, dan ungu.

Kemudian, di setiap ujung barisan orang tersebut terdapat orang dengan kostum setan berwarna merah. Dengan menggunakan enggrang, dua orang di ujung tersebut masing-masing memegang potongan kepala boneka yang dipasangi topeng wajah Sri Mulyani dan Boediono.

Aksi ini dijaga oleh puluhan petugas kepolisian yang berbaris membentuk pagar betis di sepanjang jalan. Mereka menjaga agar para pendemo tidak menjalar ke seluruh badan jalan.

Akibat aksi ini, lalu lintas di sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan mengalami kemacetan. Hampir separuh badan jalan digunakan oleh massa yang sedang beraksi.

(nvc/iy)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini