Demo pemanasan diikuti sekitar 200 orang di depan Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (27/1/2010). Massa tergabung dalam 4 organisasi, yakni Aliansi Mahasiswa Nusantara, Jaringan Pemuda Penggerak (Jumper), Forum Urindo, dan Komite Aksi Pemuda Anti Korupsi. Keempatnya datang bersamaan sekitar pukul 14.15 WIB.
Mereka membawa 2 mobil bak terbuka dengan speaker besar di masing-masing mobil untuk berorasi. Mereka menutut agar Boediono turun dan dihukum. Kemudian juga menuntut agar uang rakyat sebesar Rp 6,7 triliun dikembalikan. Lalu pemerintah diminta untuk memberantas praktek korupsi di Indonesia, serta menuntut dilakukannya Pilpres ulang karena Pilpres Juli 2009 lalu dianggap terindikasi korupsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari aksi massa tersebut, terdapat aksi teatrikal yang cukup unik. Sekitar 20 orang mencat tubuh mereka menjadi berwarna-warni. Di setiap tubuh ditulis satu huruf yang bila digabung secara berjajar akan membentuk kalimat 'SBY*Budiono Gagal 100%'. Tulisan huruf tersebut dicat dengan warna putih, sementara tubuh orang yang ditulisi huruf dicat dengan berbagai warna, seperti biru, hijau, dan ungu.
Kemudian, di setiap ujung barisan orang tersebut terdapat orang dengan kostum setan berwarna merah. Dengan menggunakan enggrang, dua orang di ujung tersebut masing-masing memegang potongan kepala boneka yang dipasangi topeng wajah Sri Mulyani dan Boediono.
Aksi ini dijaga oleh puluhan petugas kepolisian yang berbaris membentuk pagar betis di sepanjang jalan. Mereka menjaga agar para pendemo tidak menjalar ke seluruh badan jalan.
Akibat aksi ini, lalu lintas di sekitar Jalan Medan Merdeka Selatan mengalami kemacetan. Hampir separuh badan jalan digunakan oleh massa yang sedang beraksi.
(nvc/iy)










































