Tabrakan KA di Korut, Ribuan Penumpang Jadi Korban
Jumat, 23 Apr 2004 01:15 WIB
Jakarta - Sebuah kecelakaan kereta api (KA) dahsyat terjadi di Korea Utara, Kamis (22/4/2004) waktu setempat. Dua KA yang memuat bahan bakar bertabrakan dan meledak di stasiun kereta api di dekat perbatasan Cina. Diperkirakan sekitar 3.000 orang tewas dan cedera dalam musibah ini.Demikian dilaporkan oleh kantor berita Reuters yang mengutip stasiun televisi Korea Selatan, YTN, dan kantor berita Korea Selatan Yonhap. Namun baik Yonhap maupun YTN tidak memberikan rincian tentang korban tewas dan korban luka-luka.Yonhap mengutip sumber di kota China Dandong, yang berbatasan dengan Korea Utara, menyebutkan ledakan terjadi sekitar pukul 13.00 waktu setempat, atau sembilan jam setelah kereta api khusus Kim Jung-Ildilaporkan lewat dalam perjalanan kembali ke Pyongyang setelah satu kunjungan ke China. Sumber itu mengatakan, kedua kereta api barang yang membawa bensin dan minyak cair itu bertabrakan di stasiun Ryonchon, 50 Km di sebelah selatan perbatasan tersebut.Yomhap juga mengutip seorang pejabat senior pertahanan yang mengatakan, militer Korea Selatan -- yang mendengarkan dengan diam-diam mengenai Korea Utara -- mendengar soal ledakan itu melalui "saluran intelijen yang ditujukan terhadap Korea Utara".Tidak ada pernyataan segera bahwa ledakan itu merupakan hal lain ketimbang sebuah kecelakaan. Namun ledakan itu terjadi setelah Kim bertemu dengan pemimpin baru Cina dalam satu kunjungan ke luar negeri yang jarang dilakukan untuk membicarakan rencana senjata nuklir Korea Utara dan perbaikan sementara ekonomi.Pemerintah Korea Utara sendiri, salah satu negara paling tertutup dan miskin di sunia, tidak mengeluarkan komentar apa pun tentang peristiwa ini. Media resmi Korut juga tidak menyebutkan soal kejadian ini. Hanya di Kamis pagi mereka menghentikan kebisuan mereka tentang perjalanan Kim Jung-Il selama tiga hari ke Beijing, pertanda kuat bahwa dia selamat.Korea Utara tampaknya akan memutus saluran telepon internasional ke daerah itu untuk mencegah informasi soal ledakan itu keluar, kata Yonhap menambahkan. Tim penyelamat Korut diperkirakan akan kerepotan menangani jumlah korban yang besar. Namun hingga kini belum ada lembaga internasional atau negara tetangga yang mendapat permintaan untuk memberikan bantuan. "Kami belum menerima informasi resmi tentang kecelakaan ini. Tapi kami akan mencoba untuk mengkonfirmasi kebenaran laporan ini," kata juru bicara Menteri Unifikasi di Seoul.
(gtp/)











































