Kepuasan Warga Terhadap Kinerja SBY & Boediono Turun

100 Hari Pemerintahan

Kepuasan Warga Terhadap Kinerja SBY & Boediono Turun

- detikNews
Rabu, 27 Jan 2010 13:52 WIB
Kepuasan Warga Terhadap Kinerja SBY & Boediono Turun
Jakarta - Kepuasan masyarakat terhadap kinerja SBY dan Boediono turun menjelang 100 hari pemerintahannya. Survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukkan kepuasan warga terhadap kinerja keduanya menurun menjadi 70 persen.

Survei LSI sebelumnya, pada Juli 2009, tingkat kepuasan masyarakat mencapai 85 persen. Kemudian dari survei yang dilakukan November 2009, tingkat kepuasan turun menjadi 75 persen.

"Penurunan ini masih bisa ditoleransi publik dibandingkan tingkat kepuasan Presiden Juni 2008 yang mencapai titik terendah 45 persen," kata Direktur Eksekutif LSI Dodi Ambardi di Kantor LSI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dodi menjelaskan pada survei yang dilakukan di seluruh Indonesia ini, 70 persen warga menyatakan puas teradap kinerja SBY dan Boediono. 27 Persen tidak puas dan 4 persen tidak menjawab.

"Korelasi tingkat kepuasan dengan kondisi ekonomi cukup tinggi. Jadi kalau memang ingin tingkat kepuasannya tinggi harus membuat kondisi ekonomi menjadi baik," katanya.

Dodi menyatakan, pemberitaan kasus Bank Century dan kriminalisasi KPK juga mempengaruhi tingkat kepuasan kinerja SBY dan Boediono. Dari 2.900 yang menjadi responden, 44 persen menyatakan mengikuti kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

"Responden yang mengikuti kasus itu cenderung tidak puas terhadap kinerja SBY dan Boediono," katanya.

Hal yang sama juga terjadi dengan pemberitaan kasus Bank Century. Sekitar 42 persen responden menyatakan mengikuti kasus ini. "Mereka juga cenderung tidak puas dengan kinerja presiden dan wakilnya," katanya.

Survei dengan 2.900 responden ini dilakukan pada 7-20 Januari 2010 di seluruh Indonesia. Survei ini dilakukan dengan tehnik multistage random sampling dengan metode tatap muka. Hasilnya survei tersebut memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error kurang lebih 2 persen.

(nal/iy)


Berita Terkait