Sweeping antara lain menimpa kantor percetakan di Kalibaru Timur, Senen Poncol, Jakarta Pusat. Menurut karyawan percetakan, sweeping dilakukan polisi.
"Sweeping dilakukan 2 orang berpakaian preman yang menunjukkan lencana dari Mabes Polri," ujar Asep, karyawan desain grafis di sebuah kantor percetakan di Senen Poncol, Jakarta Pusat ketika dihubungi, Rabu (27/1/2010).
Menurut Asep, 2 pria itu mendatangi kantornya pada Selasa (26/1/2010) kemarin sekitar pukul 13.00 WIB. Mereka yang datang selama 15-20 menit itu mencari file barang cetakan untuk aksi 100 hari SBY-Boediono.
Kedua pria itu, lanjut Asep, juga memeriksa file berisi data pembuatan spanduk dan poster aksi 28 Januari. Namun Asep mengaku tidak menyerahkan file itu karena datanya sudah dipindahkan.
Asep menambahkan, yang ditunjukkannya yakni file kampanye SBY-Boediono saat Pilpres lalu. Akhirnya 2 pria itu percaya dan meninggalkan kantor Asep.
"Habis mau gimana lagi. Ini menyangkut karyawan dan teman-teman semua," katanya.
Asep menilai, kemungkinan perusahaan percetakan di sekitar kantornya di Kalibaru Timur juga disweeping .
Asep menegaskan, tempatnya bekerja tidak menerima pemesanan spanduk dan poster atau alat-alat kelengkapan aksi untuk 28 Januari. Kantornya hanya menerima order untuk aksi sebelumnya. Namun di kantor cabang lainnya ada pemesanan untuk aksi besok.
"Kebanyakan yang pesan perorangan, tidak mengatasnamakan organisasi," tandasnya.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar mengaku belum mengetahui adanya sweeping menjelang aksi 28 Januari itu. "Saya belum tahu," katanya singkat saat dikonfirmasi.
(nik/iy)











































