"Masih berkembang. Hingga hari ini sudah sekitar 20-an. Yang masih buron sekitar 10," ujar Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Ito Sumardi usai acara peresmian Balai Pelayanan Keluhan Masyarakat di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Rabu (27/1/2010).
Ito mengatakan, tim dari Bareskrim telah diturunkan ke beberapa kota besar yang diduga ada kasus pembobolan rekening nasabah. Modus di tiap-tiap daerah tidak sama.
"Modusnya beda. Tapi untuk yang Bali memang modusnya menggunakan kemampuan IT yang tidak dimiliki di tempat lain dan ini dikendalikan dari Jakarta," katanya.
Saat ditanya di mana daerah lain yang terkena pembobolan rekening nasabah, Ito menjelaskan Lampung dan Bandung termasuk di dalamnya.
"Tapi kita masih mendalami modus masing-masing. Kalau dari Jakarta dan Bali betul ada keterkaitan," imbuhnya.
Menurut Ito, pelaku sebenarnya bukan sindikat. Sementara ini pelaku menggunakan PIN dan disedot dari luar. Pelaku sering beraksi pada saat musim liburan.
"Orang kan bayak menggunakan ATM (liburan). Paling tidak kalau liburan bank akan mengisi ATM," jelasnya.
Kemungkinan, lanjut Ito, orang dalam Bank terlibat dalam aksi pembobolan ini. "Ya. Tidak menutup kemungkinan. Kita lihat nanti sebagian yang kita lakukan masih dalam pengembangan," tandasnya.
(gus/iy)











































