Korban Longsor di Bandung Mengungsi di Posko Kesehatan
Kamis, 22 Apr 2004 23:00 WIB
Bandung - Hingga saat ini, Kamis (22/4/2004) malam, korban tanah longsor di Kampung Walahir, Desa Kidang Pananjung, Cililin, Kabupaten Bandung, masih menempati lokasi pengungsian sementara di posko kesehatan yang terletak sekitar satu kilometer dari lokasi bencana. Bencana tanah longsor yang terjadi Rabu (21/4/2004) kemarin ini telah menewaskan sedikitnya 13 orang. Untuk diketahui, sebelumnya peristiwa serupa pernah terjadi. Tapi itu pun 10 tahun yang lalu dan kondisi Gunung Gedugan sama gundulnya dengan yang sekarang.Bencana longsor ini juga telah mengurug sawah seluas 60 ha dan ladang 85 ha. Warga juga kehilangan 19 unit pesawat televisi, perhiasan emas total seberat 800 gram, domba 70 ekor, dan perabotan rumah tangga. Tiang listrik ke desa tersebut juga banyak yang rubuh. Total kerugian mencapai Rp 1.672 miliar. Akses jalan menuju lokasi bencana senditi cukup sulit. Dari kota Bandung, berjarak sekitar 40 kilometer. Dari kota Kecamatan Cililin sendiri masih sejauh 10 km. Untuk mencapai lokasi jalannya naik-turun, dengan kondisi curam. Kendati pernah diaspal, jalan menuju ke kampung itu praktis layaknya jalan dengan batu-batu cadas, kendati pemandangan ke arah bawah cukup indah.Aparat kepolisian, tim SAR, pecinta alam, dan relawan lainnya juga kesulitan untuk menggelar peralatannya. Bahkan mesin beko baru bisa datang pada sore hari. Para warga sendiri menggunakan cangkul untuk mencari korban dan baru berhasil menemukan 12 korban yang sudah tak bernyawa.
(gtp/)











































