Batal Gandeng Militer, Cawapres Amien Sipil Nasionalis
Kamis, 22 Apr 2004 22:45 WIB
Jakarta - Calon presiden dari Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais sudah mengantongi nama calon wakil presiden yang akan mendampinginya. Siapa orangnya masih dirahasiakan. Tapi yang jelas bukan militer atau sipil berbasis Islam. Jadi cawapres Amien dipastikan tokoh sipil yang nasionalis. Siswono Yudo Husodo? "Kita tidak sebut nama. Yang jelas seperti kata pak Amien Rais, Siswono itu termasuk salah satu calon terbaik," kata Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang juga anggota tim sukses Amien Rais, Din Syamsuddin, menjawab pertanyaan wartawan.Din, yang ditemui wartawan usai menghadiri pertemuan Amien Rais dengan tokoh-tokoh pemuda Islam dan mahasiswa di rumah dinasnya selaku Ketua MPR di Jalan Widya Chandra IV Nomer 16, Jakarta Selatan, Kamis (22/4/2004) malam, memastikan kini sudah tidak mungkin lagi Amien menggandeng tokoh dari militer.Sebelumnya memang ada tiga figur militer, purnawirawan dan aktif, yang sempat dipertimbangkan Amien. Tapi dari perkembangan terakhir ketiga figur tersebut sudah tidak mungkin lagi menjadi cawapres. Jadi, yang akan menjadi cawapres Amien dari kalangan sipil. "Yang pertama adalah SBY tidak jadi karena dia dicapreskan Partai Demokrat. Yang kedua Panglima TNI Jenderal TNI Endriartono Sutarto yang menyatakan masih akan tetap sebagai Panglima TNI. Dan yang ketiga Agum Gumelar yang sudah menyatakan belum akan mundur dari kabinet sampai sidang paripurna nanti," jelas Din.Tapi, meski pun sudah ada keputusan internal dari PAN, Din masih belum menyebutkan siapa nama cawapres tersebut. "Sudah ada nama. Tapi kita masih menunggu sampai capres lain juga mengeluarkan cawapresnya."Amien Rais, yang ditemui wartawan di kesempatan yang sama, mengakui cawapresnya dari kalangan sipil yang nasionalis, di luar militer dan islamis. "Memang sebelumnya rencana yang paling ideal adalah memadukan antara capres Islam dengan cawapres yang berbasis Islam," akunya.Namun sekarang, menuru Amien, hal tersebut sudah mendekati mustahil karena partai-partai Islam lain seperti PKB, PPP, dan PBB sudah mengajukan calonnya sendiri. "Jadi yang jelas sekarang calonnya adalah di luar aliran politik Islam. Yaitu dari kalangan sipil yang nasionalis juga tujuannya supaya menunjukkan kebersamaan."
(gtp/)











































