Aksi digelar di depan Gedung Balaikota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (27/1/2010).
Para sopir membawa anak dan istri. Namun, mereka tidak mengendarai bemo kesayangannya. Mereka datang dengan menumpang bus Metromini.
"Pemerintah telah melakukan tindakan sewenang-wenang dengan merazia bemo di Jakarta. Terakhir di Grogol, Jakarta Barat. Kami tahu bemo ilegal di Jakarta. Tetapi cuma itu satu-satunya mata pencaharian kami," keluh
Ujang, sopir bemo yang biasa mangkal di kawasan Pademangan.
Ujang meminta Pemprov DKI Jakarta memberikan solusi bagi para sopir. Di DKI Jakarta, lanjut dia, ada sekitar 800 bemo yang masih beroperasi.
"Terserah Pemprov, bisa salurkan kami ke pabrik atau dilakukan peremajaan untuk bemo. Kasihan anak istri kami," ujar Ujang.
Lazimnya aksi, para sopir membentangkan poster bertuliskan antara lain "Jangan berantas mata pencaharian kami, hidup bemo", dan "Bemo lebih tua daripada Gubernur DKI."
Aksi ini masih berlangsung saat berita ini diturunkan. Para sopir ingin beraudiensi dengan perwakilan Pemprov DKI Jakarta. Belasan polisi terlihat berjaga-jaga. Aksi juga tidak menimbulkan kemacetan di kawasan itu.
(aan/nrl)











































