PBNU: Warga NU Jangan Terprovokasi Pernyataan Liar
Kamis, 22 Apr 2004 18:28 WIB
Jakarta - "Warga NU jangan terprovokasi pernyataan-pernyataan liar," tandas salah seorang ketua PBNU, Andi Djamaro. Pernyataan Andi ini menanggapi pernyataan Dewan Koordinasi Nasional Barisan Muda Nahdliyin Bersatu. Dewan ini menyatakan, kader NU yang berniat menjadi capres/cawapres harus melalui PKB.Kepada detikcom Kamis (22/4/2004) Andi mengatakan, PBNU tidak mengenal lembaga yang bernama Dewan Koordinasi Nasional Barisan Muda Nahdliyin Bersatu. "Itu bukan lembaga otonom yang berada di bawah PBNU. Dengan demikian pernyataan itu tidak ada kaitannya dengan PBNU. Bisa saya katakan, itu lembaga liar, jadi pernyataannya juga liar," kata Andi.Oleh sebab itu, Andi berharap seluruh warga NU tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh pernyataan-pernyataan liar. Andi juga memgingatkan, kemarin (Rabu, 21/4/2004) PBNU secara resmi telah menyatakan, menyerahkan kembali sepenuhnya kepada orang bersangkutan untuk menggunakan hak asasinya untuk dicalonkan sebagai presiden ataupun wapres.Menurut Ketua Umum PPBNU, Hasyim Muzadi, pencalonan warga NU untuk menjadi capres/cawapres, tidak harus disalurkan melalui PKB. "NU tidak terikat untuk melakukan hal itu. Secara kelembagaan NU tidak bisa dipakai untuk mendukung atau sebaliknya. Rupanya langkah PBNU itu mendapat reaksi dari organisasi yang menamakan dirinya Dewan Koordinasi Nasional Barisan Muda Nahdliyin Bersatu. Lewat Ketua Presidium-nya, Abdullah Mas'ud, dewan ini mengingatkan, petinggi NU jika ingin terlibat dalam kontes capres/cawapres agar lewat pintu PKB.Abdullah juga menyesalkan sikap PBNU yang terkesan netral soal capres/cawapres karena dianggap telah membuat keputusan berlawanan dengan hasil Muktamar PBNU XXX Lirboyo. Pernyataan ini dilansir di dalam jumpa pers di Kafe Venesia, Cikini, Jakpus, Kamis (22/4/2004).
(bdi/)











































