"Mengapa Tuhan, dia masih muda. Aku tak dapat melanjutkan hidup tanpanya," teriak seorang perempuan yang tidak mampu menguasai emosinya, Selasa (26/1/2010).
Tatapan sedih memancar jelas dari wajah para keluarga korban. Beberapa ada yang berangkulan saling menguatkan dan lainnya terlihat berdoa berharap keajaiban Tuhan supaya orang yang dicintainya bisa ditemukan selamat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai dengan pukul 11.00 waktu setempat sudah 28 jenazah dievakuasi dari total82 penumpang plus 8 awak yang berada di pesawat Boeing 737-800 tersebut.
Tragedi ini mendorong semua pimpinan politik dan agama di Lebanon menunjukan rasa solidaritas mereka. Tidak kurang Perdana Menteri Lebanon Saad Hariri bersama ketua parlemen Lebanon Nabih Berri langsung mengunjungi beberapa lokasi.
Ada kejadian yang menarik saat rombongan perdana menteri meninjau bandara. Perdana Menteri Saad Hariri diteriaki salah satu perempuan yang keluarganya menjadi korban.
"Hariri, kenapa kamu kesini, kamu tidak kenal kami, cepat evakuasi anak kami yang tenggelam di lautan itu," teriaknya kalap yang menilai pemerintah sangat lamban menangani pencarian korban.
Berbagai kritikan dialamatkan kepada pemerintah Lebanon, terutama tentang izin terbang yang tetap diberikan pihak bandara meskipun cuaca buruk pada saat itu. "Tidak ada alasan bagi pesawat tersebut untuk tidak terbang. Banyak pesawat yang terbang dan mendarat pada saat yang sama dan tidak mengalami masalah,” jawab Menteri Transportasi
Lebanon Ghazi Aridi ketika diminta keterangan oleh wartawan.Menteri Pertahanan Lebanon sementara ini membantah adanya kemungkinan sabotase atau serangan teroris. Sama halnya, Menteri Negara Komunikasi Ethiopia juga membantah pihaknya menerima ancaman teroris dan menduga kecelakaan pesawat hanya disebabkan faktor cuaca yang sangat buruk pada saat itu.
Lalu bagaimana kejadian sebenarnya? Mungkin kabut yang menyelubungi penyebab kecelakaan pesawat terburuk di Lebanon sejak tahun 1971 itu bisa terungkap saat blackbox bisa ditemukan.
"Prioritas utama kita dalam hal ini adalah melakukan pencarian semua korban. Duka dan dukungan kami juga tercurahkan kepada semua korban yang ditinggalkan," ujar Perdana Menteri Saad Hariri.
Jawaban pasti penyebab peristiwa ini masih menunggu ditemukannya blackbox pesawat tersebut. Sampai saat ini semua pihak di lapangan sedang berupaya melakukan evakuasi, tidak hanya untuk mencari blackbox tetapi juga menemukan para korban yang salah satunya adalah istri Duta Besar Perancis untuk Lebanon, Marla Sanchez Pieton.
"Prioritas utama kita dalam hal ini adalah melakukan pencarian semua korban. Duka dan dukungan kami juga tercurahkan kepada semua korban yang ditinggalkan", ujar Perdana Menteri Saad Hariri kepada media.
Keterangan penulis:
Penulis adalah koresponden detikcom di Lebanon. Sehari-hari penulis bekerja sebagai Sekretaris Ketiga KBRI di Lebanon.
(gah/gah)










































