12 Korban Longsor di Kabupaten Bandung Dimakamkan
Kamis, 22 Apr 2004 16:10 WIB
Bandung -
Sebanyak 15 orang dipastikan meninggal akibat tanah longsor di Kampung Walahir, Desa Kidang Pananjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung. Tiga diantaranya belum ditemukan sedang korban lainnya telah dimakamkan.Demikian pantauan detikcom di lokasi kejadian, Kamis (22/5/2004). Nama 12 korban tewas yakni Mahria (50), Endah (47), Dadang (15), Erus (17), Ene (70), Khotib (35), Eneng (8), Mak Titi (65), Agus (32), Mamat (22), Dede (20) dan Handri (70).Sementara 6 korban luka dibawa ke rumah sakit. Lima orang dirawat di RS Cibabat, Cimahi dan satu orang karena sakit serius dirujuk RS Hasan Sadikin.Semua jenazah dievakuasi warga setempat. Beberapa jenazah yang berhasil ditemukan langsung dimandikan dan dikafani di salah satu rumah warga. Ada korban yang dibawa keluarganya ke Cililin dan ada juga yang dimakamkan di pemakaman desa setempat.Bencana tanah longsor ini menimbun 60 hektar sawah dan 85 hektar ladang. Tercatat 21 rumah tertimbun dan 22 rumah rusak milik 43 Kepala Keluarga dari 187 jiwa. Kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,6 miliar meliputi kerusakan rumah, harta benda, ternak, sawah dan ladang.Menurut camat Cililin Setia Permana, indikasi akan terjadinya longsor telah diketahui warga. "Warga sudah agak khawatir apalagi dilereng bukit sudah ada rekahan dan bukit tampak menggantung. Ternyata kekhawatiran terbukti pukul 22.00 WIB malam saat hujan lebat dan longsor pun menimbun. Longsor serupa pernah terjadi 5 tahun lalu namun tidak besar," ungkap Setia.Lokasi kampung Walahir terletak persis dilereng bukit Sindang Pananjung yang banyak dipakai warga untuk berladang. Kampung Walahir berjarak 10 km dari ibukota Cililin. Untuk mencapai ke lokasi harus melalui jalan aspal yang sudah rusak, mendaki dan terjal. Petugas SAR kini masih berdatangan meskipun korban telah dievakuasi warga setempat. Masyarakat sendiri hingga kini masih mencari kemungkinan adanya korban lain yang masih tertimbun longsoran. Sedikitnya ada 3 nama yang belum ditemukan, yakni, Ajang (70), Asep (40), dan Ence (45). Ketiganya disebut-sebut berasal dari satu keluarga.
(aan/)










































