Tim penyelamat yang menggunakan KRI Suluh Pari menemukan kapal tongkang Damar Lautan dengan muatan batu bara utuh sekitar pukul 12.15 Wita, Selasa (26/1/2010). Kapal tersebut kandas di perairan Pulau Papadangang, Selat Makassar, dengan titik koordinat 04 43 30 S-118 58 63 T, 150 yard dari sebelah Tenggara pulau Papadangang.
Kepala Penerangan Lantamal IV Makassar, Kapten Laut Imam Danu dalam jumpa pers di Lantamal VI, menjelaskan, berdasarkan laporan Agus Yulianto, agen karyawan PT. Jatarim Binaung Line, di Banjarmasin, peristiwa itu terjadi karena kapal derek TB-Yosefina II yang membawa tongkang tersebut tenggelam akibat cuaca buruk.
Peristiwa itu terjadi pada 12 Januari lalu, di perairan Pulau Papadangang, sekitar 8 jam setelah berangkat dari pelabuhan Asam-asam, Kota Baru, menuju pelabuhan Taboneo, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Akibat kapal pendereknya tenggelam, tongkang Damar Lautan pun terbawa arus hingga akhirnya kandas di Pulau Papadangang, perairan Pangkajenne Kepulauan, Sulawesi Selatan.
"Dari 7 ABK TB-Yosefina, diketahui 3 orang di antaranya selamat dan sudah kembali ke daerah asalnya di Jawa Timur. Sedang 1 korban bernama Sofyan ditemukan tewas dan tiga korban lainnya, termasuk nakhoda kapal yang bernama Aslan, masih hilang," pungkas Imam.
(mna/djo)











































