Menkum HAM: Program 100 Hari Sudah 100 Persen Lebih

Menkum HAM: Program 100 Hari Sudah 100 Persen Lebih

- detikNews
Selasa, 26 Jan 2010 16:19 WIB
Menkum HAM: Program 100 Hari Sudah 100 Persen Lebih
Jakarta - Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia (Menkum HAM) Patrialis Akbar tersenyum bangga di tengah kritikan deras yang mengalir kepada lembaga yang dipimpinnya. Dia mengklaim program 100 hari di kementerian yang dipimpinnya telah mencapai 100 persen lebih.

"Kalau 100 hari, alhamdulillah yang kami capai nampaknya sudah lebih dari
100 persen," kata Patrialis saat jumpa pers "Peringatan Hari Bhakti Imigrasi ke-60" di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (26/1/2010).

Patrialis membeberkan kesuksesan Kemenkumham selama hampir seratus hari dia menjabat. Soal program reformasi birokrasi, menurutnya, kementriannya telah melangkah lebih jauh dibanding lembaga negara yang lain.

Pada tahun ini, lanjutnya, Kemenkumham menandatangani perjanjian dengan
maskapai Garuda Indonesia dalam meluncurkan program Visa on Board. Program tersebut melayani penyelesaikan dan pemeriksaan keimigrasian di atas pesawat bagi penumpang asal Jepang yang hendak berkunjung ke Indonesia.

"Kita juga meluncurkan kebijakan pemberian visa on arrival dengan tarif US$
25 untuk dapat tinggal 30 hari dan diperpanjang, yang sebelumnya tarif visa
on arrival tersebut berlaku dua, yaitu US$ 10 untuk 7 hari dan US$ 25 untuk
30 hari," jelas dia.

Terkait dengan Ditjen Administrasi Hukum Umum, Patrialis mengungkapkan,
telah mengangkat 2.000 notaris yang sebelumnya terkatung-katung nasibnya.
Melalui Sistem Administrasi Hukum Umum (AHU) para notaris tersebut kini
dapat mendaftarkan perusahaannya via online dan hanya dalam 7 hari akan
jadi.

"Saya juga lagi berusaha agar PNBP yang selama ini kita distribusikan
sekitar Rp 1,3 triliun kita hanya dapat 20-30 persen. Nah kalau nanti PNBP
itu dikembalikan sampai 90 persen kita perjuangkan, tentu karyawan di sini
sejahtera. Gajinya tetap gaji PNS, nggak boleh beda, tapi tunjangannya kita
lebihkan. Kalau 2 sampai 3 kali lipat dari sekarang kan nggak papa supaya
sejahtera," tandas Patrialis.
(irw/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads