Pertanyaan soal pertemuan di Bogor itu dilontarkan oleh anggota Komisi III DPR, Panda Nababan, di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (26/1/2010).
"Pertemuan di Bogor itu berbaris seperti anak SD. Kenapa tidak duduknya di meja bundar, jadi duduk bersama. Kenapa hanya presiden yang memberikan pernyataan. Secara protokoler, kita punya gambaran lain dari biasanya," cecar Panda dari FPDIP ini.
Menanggapi pertanyaan itu, Mahfud memberikan jawaban. Menurut dia, pertemuan di Bogor itu untuk yang ketiga kali. Penggagasnya Taufiq Kiemas.
"Pertemuan pertama, waktu itu tuan rumahnya Taufiq Kiemas. Pertemuan kedua, di Wisma Negara, posisinya meja bundar. Karena sekarang sedang ramai masalah Century, jadi tempat duduk saja dipersoalkan. Ini kan sebenarnya tergantung pandangan kita," kata Mahfud.
Mahfud menegaskan pertemuan itu tidak ada kesepakatan apapun. "Kita hanya bertukar pikiran dan disepakati hanya presiden yang memberi pernyataan dan biarkan presiden yang merangkum. Jadi tidak ada apa-apa," ujar Mahfud.
Beberapa anggota Komisi III DPR yang hadir antara lain Benny K Harman, Lukman Edy, Nasir Jamil dan Dewi Asmara. Semua anggota hakim konstitusi juga ikut menghadiri acara itu.
(aan/iy)











































