Kapal-kapal termasuk kapal Angkatan Laut AS dan Eropa serta beberapa helikopter PBB terus melakukan pencarian puing-puing pesawat Boeing 737-800 yang jatuh ke Laut Mediterania sesaat setelah lepas landas dari Beirut, Lebanon.
Pesawat bertujuan Addis Ababa, Ethiopia itu mengangkut 90 orang. Terdiri dari 83 penumpang yang sebagian besar warga Lebanon dan Ethiopia serta 7 kru pesawat. Pesawat menghilang dari radar sekitar lima menit setelah lepas landas dalam kondisi cuaca buruk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang pejabat keamanan Lebanon mengatakan, tim penyelamat akan memperluas lokasi pencarian mereka di lepas pantai Na'ameh, sekitar 10 kilometer sebelah selatan Beirut, ibukota Lebanon.
"Mereka perlu menemukan lokasi puing-puing dan kemudian meluncurkan penyelam ke sana," kata pejabat tersebut seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (26/1/2010).
Banyak keluarga korban yang marah karena pesawat itu tetap diizinkan lepas landas saat terjadi badai. Namun menurut Menteri Informasi Lebanon Tarek Mitry, tak ada alasan pesawat itu tidak lepas landas.
"Pesawat-pesawat lain mendarat dan lepas landas setelah dan sebelumnya. Tak ada alasan mengapa otoritas bandara seharusnya tak mengizinkan pesawat itu lepas landas," katanya kepada wartawan di Beirut.
Belum diketahui sebab-sebab jatuhnya pesawat. Kotak hitam pesawat hingga kini juga belum ditemukan. Pemerintah Lebanon telah membantah kemungkinan aksi terorisme di balik kecelakaan tragis ini.
(ita/iy)











































