"Kami, Partai Demokrat tetap harus waspada," kata politisi PD, Ruhut Sitompul, usai mengikuti diskusi tentang Lapas di Hotel Sahid Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa, (26/1/2010).
PD menilai, masyarakat Indonesia di era reformasi, telah menjadi masyarakat dengan kadar demokrasi yang sangat cerdas.Β Masyarakat sudah tahu, apakah sebuah demo bisa berakhir kerusuhan atau tidak.
"Yang saya sedih, kok para elite yang kurang cerdas dan maunya menang. Seperti demo-demo itu. Kalau diurut-urut, kan yang demo LSM. Lalu di urut-urut lagi, LSM itu ada hubungannya dengan yang sekarang tidak jadi penguasa lagi," tambahnya.
Seperti pada aksi 9 Desember, ada isu akan ada demo yang diikuti oleh 100 ribu orang. Belum lagi dengan gerakan sejuta facebooker. Lalu, propaganda tersebut berkurang jumlahnya hingga yang terjadi diikuti dengan jumlah ribuan saja.
"Saya juga tahu, ada demo ini, demo itu. Yang ternyata diikuti oleh tidak lebih dari 500 orang. Sedangkan Presiden SBY dipilih langsung oleh 63% pemilih atau seratus jutaan warga Indonesia. Anak saya yang masih SD juga ikut facebook," kilahnya.
Dia mencontohkan, lengsernya Soeharto bukan karena people power tapi karena dikhianati oleh 11 menteri. Padahal, dia dipilih oleh MPR yang merupakan penjelmaan dari DPR yang dipilh oleh rakyat. "Dalam setiap pergantian, yang dikorbankan adalah masyarakat," pungkas mantan advokat nyentrik tersebut.
(asp/anw)











































