"Demokrat dan Golkar harus duduk bersama dan membicarakan penyelesaikan di dalam Pansus Century," kata anggota Pansus Angket Century dari FPPP M Romahurmuzy di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/1/2010).
Romi mengaku tidak tahu mau dibawa kemana Pansus Angket Century oleh dua partai terbesar ini. Sikap obyektif PPP bersama partai koalisi lain pun bisa saja gampang kandas tanpa hasil.
"Ada data dan fakta ya, tapi pada titik akhir bagaimana kompromi Golkar dan PD adalah hasil akhirnya. Obyektif hasil iya, tapi hasil akhirnya dua partai ini yang menentukan," keluh pria yang biasa dipanggil Romi ini.
Romi bersyukur masih ada posisi tengah, PDIP. Sebagai partai oposisi bersama Gerindra dan Hanura, tiga partai itu mencoba melawan arus deras itu.
"PDIP sebagai penyeimbang karena tidak punya kredit politik yang dikejar,"
papar Romi.
Namun demikian tetap saja, Romi bingung dengan nasib Pansus ke depan.
"Sudahlah, namanya juga usahe," tutupnya.
(van/anw)











































