Buntut Macet Semalam, Sekantor Lesu & Mengantuk
Kamis, 22 Apr 2004 14:07 WIB
Jakarta - Hujan dan macet semalaman terus berdampak hingga Kamis (22/4/2004) siang ini. "Semua teman saya di kantor terlihat lesu dan mengantuk," kata Yohan yang berkantor di bilangan Pasar Baru, Jakpus."Mungkin karena semalam terlalu capek dan pagi ini musti kembali kerja," sambung Yohan. Dia menceritakan, teman-temannya ada yang tiba di rumah pukul 00.00 WIB. "Rata-rata butuh awktu sampai 7 jam untuk pulang dari kantor menuju rumah mereka," kata Yohan.Sementara Ine menyatakan mendukung LSM Fakta untuk mengadakan gugatan class action pada Gubernur Sutiyoso. "Tempat tinggal saya di Kampung Rambutan (Jaktim), tapi berkantor di Kalideres (Jakbar). Gara-gara hujan deras kemarin, saya harus duduk di bus kota yang minta ampun desak-desakan, bau, panas, lebih dari lima jam lebih," ceritanya."Saya pulang dari kantor pukul 17.00 WIB, sampai rumah paling lambat pukul 20.00 WIB. Tapi gara-gara hujan dan macet, saya sampai rumah pukul 23.00 WIB. Hujan mah nggak jadi masalah tapi macetnya yang bikin masalah. Saya setuju dengan Fakta yang akan mengadakan class action ke Bapak Sutiyoso yang terhormat," urai Ine.Sabran Sanaf mencatat Rabu kemarin juga menjadi hari yang sangat menyebalkan. Dia menceritakan, sehabis makan siang di Plasa Menteng 2 pukul 14.00, dia bermaksud mengikuti sebuah diskusi Indonesian Democracy Monetor (Indemo) di Jalan Lautze Jakarta Pusat. Ternyata di sepanjang perjalanan macet total. "Saya baru tiba di Lautze pukul 17.50 WIB. Tentu saja diskusinya sudah usai dan sebagian besar teman-teman mengalami hal yang sama," katanya."Habis dari Lautze saya bermaksud pergi ke Hotel Golden di bilangan Gunung Sahari habis shalat magrib untuk sebuah pertemuan. Ternyata hujan sangat lebat dan jalanan tempat mobil saya parkir banjir selutut," imbuhnya."Saya memaksakan diri jalan pukul 19.00 WIB melewati Pasar Baru. Ternyata di sana macetnya sudah nggak karu-karuan dan kendaraan hampir nggak bergerak selama berjam-jam. Saya baru tiba di Hotel Golden yang jaraknya hanya sekitar 1 km pada pukul 23.00 WIB. Jarak 1 km ditempuh 4 jam. Sungguh menjengkelkan," komentarnya.
(nrl/)











































