Jaksa Agung Sangkal Ada Intervensi di Kasus KBRI Thailand

Jaksa Agung Sangkal Ada Intervensi di Kasus KBRI Thailand

- detikNews
Selasa, 26 Jan 2010 12:16 WIB
Jaksa Agung Sangkal Ada Intervensi di Kasus KBRI Thailand
Surabaya - Isu adanya intervensi terkait kasus dugaan korupsi KBRI Thailand merebak. Atas dasar adanya intervensi itulah kasus tersebut akan dihentikan. Namun Jaksa Agung Hendarman Supandji membantah isu tersebut.

"Oh tidak ada. Tidak ada intervensi, yang intervensi itu alat bukti. Jadi tidak ada intervensi orang," terang Hendarman usai peresmian Gedung Kejati Jatim di Jl Ahmad Yani, Surabaya, Jatim, Selasa (26/1/2010).

Hendarman mengaku usulan penghentian kasus tersebut belum sampai di mejanya. "Jadi penyelidikan KBRI Thailand masih di tingkat penyidikan, belum saya baca itu," tutupnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dugaan intervensi dimunculkan ICW. Ditengarai ada tekanan dari pihak tertentu agar kasus ini dihentikan. Padahal hasil audit BPKP ditemukan kerugian negara Rp 2,4 miliar.

Kasus ini bermula saat KBRI Thailand dalam Tahun Anggaran Daftar Isian Proyek Anggaran (DIPA) 2008 menyisakan anggaran DIPA sebesar Rp 2,5 miliar. Dana itu tidak disetorkan kembali ke kas negara, namun oleh oknum pejabat KBRI dipergunakan untuk kepentingan lain tanpa dilakukan revisi anggaran dari Departemen Keuangan (Depkeu).

Dalam kasus ini, Kejagung sudah menetapkan 3 tersangka yakni Muhammad Hatta (Duta Besar), Djumantoro Purbo (Wakil Duta Besar) dan Suhaeni (Bendahara KBRI). (ndr/iy)


Berita Terkait