"Kita harus keluarkan kesimpulan sementara karena masyarakat menunggu. Harus ada itu dan kami, Hanura, tetap meminta konfrontir Boediono, Jusuf Kalla, dan Sri Mulyani," ujar anggota Pansus dari Hanura, Akbar Faizal, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (26/1/2010).
Menurut Akbar, hal tersebut adalah proses demokrasi ketatanegaraan yang harus dilalui. "Banyak yang harus kita konfrontir, benar atau tidak," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(amd/nrl)











































