"Aksi 28 Januari ini garis depannya itu gerakan mahasiswa, Presiden SBY tak perlu paranoid," ujar juru bicara Kompak Fadjroel Rachman pada detikcom, Senin (25/1/2010) malam. Aksi ini berkaitan dengan 100 Hari Pemerintahan SBY.
Fadjroel menambahkan, dalam aksi mendatang Kompak berperan sebagai supporting system sementara mahasiswa adalah ujung tombaknya. "Kita ingin titik beratkan gerakan antikorupsi nggak hanya didukung masyarakat sipil tapi juga dipelopori gerakan mahasiswa. Kami lebih banyak dukung jajakannya (kepada LSM dan media)," tambahnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jadi musuh negeri ini kan korupsi. Kompak mendorong untuk perangi korupsi. Gerakan antikorupsi lebih strategis daripada (menentang) sosok-sosok tertentu, kalau fokus pada sosok, maka dukungan publiknya lemah," jelasnya.
Tidak perlu dimakzulkan, lanjut Fadjroel, siapa pun yang korupsi pasti akan jatuh dengan sendirinya. "Yang menentang gerakan antikorupsi akan jatuh," katanya.
(amd/nrl)











































