"Menjadi presiden memang punya risiko, jadi tidak perlu mengadu. Pak SBY akan jauh lebih elegan untuk tidak menyampaikan masalah-masalah yang menyangkut dirinya yang bersifat pribadi ke publik," ujar pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Imam Prasodjo, Senin (25/1/2010) malam.
Menurut Imam, seharusnya yang menjadi konsen pembicaraan adalah keselamatan publik, bukan dirinya (SBY). "Toh Presiden juga dijaga Paspampres. Kalau ungkapan utama keselamatan pribadi itu hanya jadi fokus untuk dirinya. Presiden seharusnya mengayomi rakyat dan negara sudah menyiapkan perlindungan kepadanya dengan adanya Paspampres. Biarkanlah mekanisme bekerja," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara terkait aksi 28 Januari, Imam memandang pihak pemerintah harus mengevaluasi kinerjanya.
"Kalau ini menjadi gerakan massa yang meluas terhadap ketidakpuasan maka ini harus diperhitungkan. Pemegang kekuasaan tentu harus mengevaluasi terhadap kekuasaannya itu sendiri," ucapnya.
(amd/nrl)











































