Imam Prasodjo: Jabatan Presiden Memang Berisiko, SBY Tak Perlu Mengadu

Imam Prasodjo: Jabatan Presiden Memang Berisiko, SBY Tak Perlu Mengadu

- detikNews
Selasa, 26 Jan 2010 08:01 WIB
Imam Prasodjo: Jabatan Presiden Memang Berisiko, SBY Tak Perlu Mengadu
Jakarta - Tidak hanya di Indonesia, jabatan presiden di negara mana pun memang berisiko. Maka, Presiden diimbau tidak perlu menyampaikan masalah-masalah keselamatan dirinya ke masyarakat.

"Menjadi presiden memang punya risiko, jadi tidak perlu mengadu. Pak SBY akan jauh lebih elegan untuk tidak menyampaikan masalah-masalah yang menyangkut dirinya yang bersifat pribadi ke publik," ujar pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Imam Prasodjo, Senin (25/1/2010) malam.

Menurut Imam, seharusnya yang menjadi konsen pembicaraan adalah keselamatan publik, bukan dirinya (SBY). "Toh Presiden juga dijaga Paspampres. Kalau ungkapan utama keselamatan pribadi itu hanya jadi fokus untuk dirinya. Presiden seharusnya mengayomi rakyat dan negara sudah menyiapkan perlindungan kepadanya dengan adanya Paspampres. Biarkanlah mekanisme bekerja," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam berbagai kesempatan, SBY curhat tentang keselamatannya. Seperti ketika bom JW Marriott dan Ritz-Carlton pada Juli 2009, dia curhat telah menjadi sasaran pembunuhan. Menjelang demo hari antikorupsi 9 September 2009, dia juga curhat akan terjadi aksi sosial. Saat berkunjung ke Markas Paspampres Jumat 22 Januari, SBY juga menceritakan dia sering adu argumen dengan Paspampres agar tidak terlalu dijaga ketat karena ingin berinteraksi dengan rakyat.

Sementara terkait aksi 28 Januari, Imam memandang pihak pemerintah harus mengevaluasi kinerjanya.
"Kalau ini menjadi gerakan massa yang meluas terhadap ketidakpuasan maka ini harus diperhitungkan. Pemegang kekuasaan tentu harus mengevaluasi terhadap kekuasaannya itu sendiri," ucapnya.

(amd/nrl)


Berita Terkait