Mega Bingung Korupsi di Indonesia Sulit Diberantas
Kamis, 22 Apr 2004 12:11 WIB
Jakarta - Presiden Megawati mempertanyakan korupsi macam apakah yang melanda negeri ini sehingga sulit sekali diberantas. Bahkan korupsi sering diibaratkan menjadi penyakit sosial atau bahkan menjadi sebuah budaya sehingga sulit diberantas."Korupsi macam apakah yang berlangsung di Indonesia dan dalam bentuk seperti apa dan motif yang bagaimana hingga upaya pemberantasannya sampai sekarang ini belum kunjung membuahkan hasil sebagaimana yang diharapkan," kata Megawati dalam pembukaan Diskusi Panel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (22/4/2004) siang ini.Megawati mengungkapkan pada dekade tahun 1950-an pemerintan juga sudah melakukan upaya untuk memberantas korupsi. "Bahkan pada awal tahun 1970-an kita juga memiliki KPK walaupun akhirnya dibubarkan," jelas Megawati."Dan di masa reformasi saat ini kembali memperbaharui bentuk pemberantasan korupsi dengan dibentuknya KPK sekrang ini," kata Mega.Dia juga meragukan tingginya angka korupsi yang diungkapkan Profesor Sumitro yang tingginya mencapai 30 persen. "Kalau yang dikorupsi sebanyak 30 persen dari anggaran negara per tahun ini membahayakan. Tapi angka sebesar itu tidak disebutkan dasar dan metode penghitungannya," jelas Megawati. "Saya sendiri bertanya-tanya. Kalau benar dugaan korupsi sebanyak 30 persen seluruh jumlah APBN per tahun, bukan kah negara ini sungguh-sungguh sudah ambruk," demikian Megawati.
(mar/)











































