"Kalau disengaja kemungkinan kecil terjadi. Saya berpikir itu lantaran human error saat input data," ujar Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Taufik Yudi Mulyanto kepada wartawan di Balaikota, Senin (25/1/2010).
Taufik mengaku pihaknya tidak menyalahkan siapa-siapa atas kesalahan kode rekening yang membuat anggaran lab bahasa membengkak tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya hal ini sebenarnya kesalahan kecil yang tetapi memiliki dampaknya cukup besar karena anggaran lain jadi tidak segera terealisasi karena tidak mendapatkan anggaran.
"Tidak seluruh penginput data mengerti dari awal proses penganggaran sehingga bisa salah kode, " tambahnya.
Lantaran sudah terlanjur ada kesalahan, pelaksanaan anggaran nanti hanya akan direalisasikan sesuai yang diminta yakni Rp 6,3 miliar untuk pembangunan lab bahasa. Sementara Rp 42,1 miliar akan dikembalikan ke kas daerah.
"Pada APBD perubahan mendatang, enam program yang belum masuk akan diusulkan kembali dengan alokasi Rp 42,1 miliar tersebut," pungkasnya. (her/gah)











































