Bahas Irak & Israel, Pertemuan Negara OKI Digelar
Kamis, 22 Apr 2004 11:28 WIB
Jakarta - Negara-negara Islam hari ini membuka pertemuan darurat untuk mendesak PBB memainkan peran penting di Irak setelah AS menyerahkan kekuasaan pada Juni mendatang. Para Menteri Luar Negeri (Menlu) dan perwakilan dari 57 anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI) hari ini berkumpul di Putrajaya, Malaysia. Mereka juga akan menolak rencana Israel yang didukung AS untuk mundur dari wilayah Palestina. Rencana ini telah menyulut kemarahan bangsa Arab karena beberapa pemukiman Yahudi di tanah Palestina tetap akan dipertahankan.Pertemuan OKI ini diadakan di tengah meningkatnya kemarahan dunia Islam terhadap kebijakan AS di Timur Tengah, bahkan di kalangan sekutu-sekutu AS. Raja Yordania mendadak menunda kunjungannya ke Gedung Putih pekan ini. Dan Presiden Mesir Hosni Mubarak mencetuskan bahwa Arab kini sangat membenci Amerika melebihi sebelumnya.Pembicaraan OKI ini juga digelar seiring persiapan Washington untuk resolusi yang akan meminta Dewan Keamanan PBB menyetujui pemerintahan interim baru Irak, pasukan multinasional dan peran PBB di negeri itu setelah pengalihan kekuasaan dari AS ke otoritas Irak."Diharapkan, akan ada mandat baru di Irak setelah 30 Juni yang akan memberikan PBB peran penting," tukas Menlu Malaysia Syed Hamid Albar kepada wartawan setibanya di Putrajaya Convention Center, tempat berlangsungnya pertemuan OKI.
(ita/)











































