Tarto Pilih Jadi Panglima Ketimbang Jadi Cawapres
Kamis, 22 Apr 2004 11:10 WIB
Jakarta -
Ketika Akbar Tandjung belum terjungkal dari konvensi Golkar, dia akan mencawapreskan Panglima TNI Jenderal E.Sutarto. Tapi Tarto menolak, termasuk jika ditawari oleh parpol dan tokoh lainnya.Tarto mengakui bahwa dulu pernah ditawari Akbar. "Ya memang saya ditawari. Tapi buka hanya dari Akbar Tandjung, tapi capres lainnya dan termasuk partai-partai," cerita Tarto usai memimpin upacara alih Komando Pengandalian (Kodal) Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) Kostrad dari Divisi Infantri II ke Divisi Infantri I di Pangkalan AU Halim Perdanakusumah, Jaktim, Kamis (22/4/2004).Tarto sendiri menolak pinangan-pinangan itu. "Saya merasa keberadaan saya pada posisi saat ini akan lebih banyak memberikan manfaat ketimbang meninggalkan TNI. Dengan situasi negara dalam proses untuk melanjutkan pemilu. Jadi saya pikir untuk kemaslahatan bangsa, tetap pada posisi sekarang (Panglima TNI)," demikian Tarto.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































