"Itu kalau digabung sama elemen yang tidak tergabung di GIB. Tapi kita sendiri sudah mencatat ada 8 ribu dari GIB," kata Adhie di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (25/1/2010).
Sedangkan elemen yang tergabung dalam GIB, kata Adhie tercatat 45 elemen. Massa dari GIB ini akan memusatkan demonstrasinya di depan Istana Negara di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adhie menegaskan, aksi demo yang akan dilakukannya bersama rekan-rekannya adalah aksi damai. Adhie juga meminta aparat polisi untuk menindak tegas demonstran jika ada yang bertindak anarkis.
"Kita serahkan ke polisi untuk penehgakan hokum terhadap yang melanggar," tegasnya.
Dalam aksinya nanti, GIB akan mengajukan mosi tidak percaya terhadap pemerintahan Presiden SBY di KIB II. Pemerintahan dinilai tidak bisa menunjukkan keberhasilannya selama 2 kali masa pemerintahannya.
"Pemerintahan SBY kan bukan baru 100 hari, tapi sudah dua periode. Tapi tidak menunjukkan keberhasilan dalam pemerintahannya," papar Adhie. Indikator kegagalan pemerintahan SBY ini, kata dia terlihat dari tidak adanya kenaikan gaji karyawan.
"Hampir semua perusahaan-perusahaan tidak menaikkan gaji karyawannya," tukasnya.
Untuk itu, di akhir program 100 hari kerja KIB II ini, GIB akan mendesak SBY untuk mundur dari jabatannya sebagai Presiden RI. "Kita minta mundur. Dari awal pemerintahannya sudah kelihatan tidak benar misalnya kasus Bank Century, kriminalisasi KPK yang menghambat pemberantasan korupsi," tandasnya.
(mei/irw)










































