Pesawat Boeing 737-800 bertujuan Addis Ababa, Ethiopia itu menghilang dari radar sekitar 5 menit setelah lepas landas dari bandara internasional Beirut, Lebanon. Saat itu cuaca sedang buruk yakni hujan deras yang disertai serangan kilat.
Pesawat tersebut mengangkut 83 penumpang dan 7 kru. Menurut CEO maskapai Ethiopian Airlines, Girma Wake, dirinya telah berbicara dengan otoritas Lebanon yang telah menyatakan tak ada yang selamat dalam kecelakaan itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa dari mereka kesal karena pesawat tetap diizinkan terbang meski cuaca sedang buruk. "Mereka harusnya menunda penerbangan selama satu atau dua jam untuk melindungi para penumpang. Telah terjadi serangan kilat dan kami dengar petir menyambar pesawat-pesawat khususnya saat lepas landas," cetus kerabat salah seorang penumpang pesawat.
Kapal-kapal patroli dan helikopter Lebanon saat ini terus menyisir daerah perairan di Na'ameh, sekitar 10 kilometer sebelah selatan Beirut.
(ita/iy)











































