Pesawat yang mengangkut 90 orang itu (sebelumnya diberitakan 85 orang), jatuh tak lama setelah lepas landas dari bandara internasional Beirut.
Pesawat Boeing 737-800 tersebut menghilang dari radar sekitar 5 menit setelah lepas landas pada Senin, 25 Januari pukul 02.37 waktu setempat. Saat itu kondisi cuaca buruk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hingga saat ini, tindakan sabotase tidak mungkin. Investigasi akan menemukan penyebabnya," kata Suleiman pada konferensi pers seperti dilansir kantor berita Reuters, Senin (25/1/2010).
Menurut Menteri Transportasi Lebanon Ghazi al-Aridi, pesawat bertujuan Addis Ababa, Ethiopia itu mengangkut 83 penumpang dan 7 kru. Sebanyak 54 penumpang adalah warga negara Lebanon, 22 orang berkebangsaan Ethiopia, 2 warga Inggris dan ada pula warga Kanada, Prancis, Irak dan Suriah.
Marla Pietton, istri Duta Besar (Dubes) Prancis untuk Lebanon Denis Pietton termasuk di antara penumpang pesawat tersebut. Belum diketahui bagaimana nasib wanita itu. Sejauh ini belum ada laporan mengenai korban yang selamat.
(ita/iy)











































