PDIP Siap Gergaji Gembok SLTP 56 Melawai
Kamis, 22 Apr 2004 09:00 WIB
Jakarta - Sejumlah anggota FPDI dari Komisi VI DPR akan meninjau SLTP 56 Melawai, Jakarta Selatan, Kamis (22/4/2004). Mereka akan menggergaji gembok yang mengunci sekolah tersebut jika polisi menolak membukanya. "Siapa saja yang datang aku belum tahu. Tapi aku pasti datang," kata Permadi saat dihubungi detikcom pertelepon, Kamis (22/4/2004). Direncanakan anggota FPDIP itu akan tiba di SLTP 56 sekitar pukul 09.00-10.00 WIB. Permadi menyesalkan penggembokan SLTP 56 tersebut sehingga mengakibatkan para siswa tidak bisa belajar di kelas. Tindakan penggembokan itu dinilainya sebagai tindakan melawan hukum karena kasus ruislag SLTP dengan PT Tanta Disantara belum mendapat putusan hukum tetap. Sampai di lokasi, Permadi cs akan meminta polisi membuka gembok di gerbang SLTP tersebut. Bila polisi menolak, anggota FPDIP siap menggergaji gembok tersebut untuk membukanya secara paksa. "Sekolah ini kan masih dalam sengketa. Masih dalam status quo. Yang bisa mengunci kan hakim. Kalau kita minta polisi membuka tapi menolak ya kita potong saja," kata Permadi.Move PolitikMengenai aksi tersebut dituding sebagai move politik PDIP untuk meraih simpati massa terkait Pemilu Presiden, Permadi tak menampiknya. "Ya biar sajalah. Ya mungkin ada. PDIP itukan terdiri macam-macam orang. Mungkin ada yang punya maksud seperti itu. Biarkan sajalah berjalan apa adanya," katanya. Namun Permadi menegaskan, untuk aksi tersebut FPDIP sama sekali tak melakukan konsultasi terlebih dulu dengan Ketua Umum PDIP Megawati yang sekaligus menjadi Presiden.
(iy/)











































