Macet Semalam Jadi Obrolan Utama Para Karyawan Pagi Ini

Macet Semalam Jadi Obrolan Utama Para Karyawan Pagi Ini

- detikNews
Kamis, 22 Apr 2004 08:43 WIB
Jakarta - Kamis pagi ini (22/4/2004) bukan para capres yang mulai gentayangan yang jadi obrolan. Tapi, pengalaman bermacet ria pada Rabu siang hingga Kamis dinihari tadi."Semalam saya sengaja pulang malam agar tidak kena macet. Eh, sampai di jalan rupanya tidak bergerak. Padahal saya pakai motor. Jadi, saya kembali ke kantor lagi dan tidur di kantor saja," kata Adi, warga Kalideres pada detikcom.Siti, karyawati sebuah bank swasta di Blok M juga menceritakan kemalangannya semalam. "Kami akhirnya diantar mobil kantor dengan sejumlah karyawan lain karena tidak ada angkutan umum yang lewat, mungkin terjebak macet di kawasan lain. Untung sopirnya tahu jalan-jalan tikus, jadi kami bisa sampai di rumah masing-masing meski telat hingga 2-3 jam," ceritanya.Rina juga punya cerita. "Saya menumpang taksi dari Pondok Indah. Saya senang karena lancar. Tapi sampai Simprug, lalu lintas tidak bergerak lagi. Untung sopir taksinya tahu jalan tikus. Jadi bisa sampai rumah dalam waktu 2 jam," kata Rina yang tinggal di Meruya. Ongkos taksi biasanya Rp 20 ribu melonjak jadi Rp 36 ribu.Rina mengaku masih beruntung. Temannya yang berkantor di Gondangdia-Jakpus nasibnya lebih buruk. "Teman saya akhirnya menginap di Hotel Ambhara," ujarnya. Tentunya pengalaman seperti mereka juga banyak pembaca alami semalam. Bahkan pagi ini sejumlah ruas jalan masih dipenuhi genangan air, misalnya Jl.Panjang, yang menimbulkan kemacetan. Namun banyak jalanan lebih lancar dari biasanya. Bisa jadi ini karena banyak orang yang masih trauma kemacetan semalam. Jadi, mereka memutuskan datang ngantor siang atau malah izin tidak bekerja karena kecapekan di jalan. Bagaimana situasi kantor Anda hari ini? Ceritakan pada kami di redaksi@staff.detik.com. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads