Para demonstran merupakan gabungan mahasiswa Gizi Kesehatan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan mahasiswa Gizi Politeknik Kesehatan (Poltekes) Yogyakarta. Mereka memulai aksinya dari Tugu Yogyakarta, Senin (25/1/2010).
Aksi damai ini dilakukan untuk mengkampanyekan penerapan gizi seimbang di masyarakat. Meski cuaca mendung disertai hujan rintik-rintik, tak menyurutkan mahasiswa untuk menggelar aksi.
"Kasus gizi buruk masih sering terjadi di Indonesia. Kasus seperti itu tidak boleh dibiarkan," kata salah satu koordinator aksi Muh. Ridwan dalam orasinya di depan gedung DPRD DIY, Jalan Malioboro.
Ridwan menegaskan, permasalahan gizi bukan hanya berhubungan dengan kesehatan saja. Masalah tersebut juga berhubungan dengan kualitas sumberdaya manusia (SDM) di masa depan. Saat ini terdapat sekitar 30 juta balita Indonesia yang mengalami gizi buruk.
Gizi buruk, sambungnya, akan berpengaruh pada rendahnya tingkat kecerdasan anak. Sebab 80 persen pertumbuhan dan perkembangan otak terjadi hingga usia dua tahun. Apabila hal ini dibiarkan Indonesia bisa bisa kehilangan 220 juta IQ poin akibat kekurangan gizi
"Pemerintah harus ikut menanganinya bila ingin mempunyai SDM yang berkualitas,"Β katanya.
Usai berorasi, massa kemudian melanjutkan longmarch menyusuri Jalan Malioboro, Jalan Ahmad Yani hingga berakhir di Simpang Empat Kantor Pos Besar di Jalan Senopati. Dalam aksinya, mereka membagi-bagikan selebaran untuk mengingatkan tanggal 25 Januari sebagai hari gizi nasional dan pentingnya gizi seimbang. Aksi para mahasiswa ini tidak mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian.
(bgs/djo)











































